MDU 127

1769 Kata

Jonatan enggan memejamkan kedua matanya, memikirkan kata-kata sang kakak pada perbincangan siang tadi. Pemuda itu hanya memeluk bantalnya, mengusak rambutnya acak. Sungguh, ia sangat gelisah. apa yang harus ia lalukan?. Hingga! DRTT ... DRTTT ... Jonatan sedikit menjengit kaget saat ponselnya tiba-tiba saja bergetar, tertera nomor baru di sana. Dengan sedikit rasa ragu Jonatan mengangkat panggilan di dalam benda tersebut, menempelkannya di samping telinga kiri. Menelan ludahnya berat, menunggu sosok di sebrang sana berucap terlebih dahulu. “Anak emas-ku ... apa kabar?” DEG!! Seakan jantung Jonatan berhenti berdetak, kedua bola matanya bergerak gusar. Entah mengapa suara itu sangat mengerikan dipendengaran Jonatan. Suara yang sangat amat ia kenal, dari sosok yang selama ini ia hindari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN