Jonatan tengah menikmati hari-hari bersantainya di dalam rumah Morgan, ia tersenyum ketika mengingat betapa marahnya Jm karena dirinya tidak memberitahu pemuda tersebut. TOK ... TOK ... Suara ketukan pintu mnegalihkan atensi pemuda tersebut, sedikit ragu Jonatan membukakan pintu untuk sosok di luar sana. Jonatan gusar, mengambil ponselnya dan menghubungi Morgan. Beberapa menit setelah ia berbicara dengan pria di sebrang sana, Jonatan memtikan sambungan ponselnya. Sesuai dugaanya, Morgan menyuruhnya untuk tidak membukakan pintu pada sosok orang di luar sana. PRANGG!! “b******k!” Jonatan terjengit kaget saat mendengar suara kaca pecah, dengan cepat ia berlari keluar menuju ke ruang tamu. Benar saja, kaca samping pintu di sana sudah hancur, Jonatan mengeraskan rahangnya menelisik ke sega

