MDU 123

2711 Kata

“Woah ... rumahmu besar juga, Pak tua.” Ujar Jonatan menelisik penjuru rumah megah tempat tinggal Morgan. Morgan hanya diam sembari menunjukkan ruang kamar untuk pemuda yang terus saja berceloteh di belakangnya. Entahlah .. Morgan merasa jika Jonatan lebih tepat disebut sebagai seorang pemuda polos ketimbang sebagai seorang pembunuh bayaran. “Ini ruang kamarmu, jika ada sesuatu yang kau inginkan, bilang padaku.” Ucap Morgan. Meninggalkan ruang kamar yang sekarang menjadi milik Jonatan. “Pak tua.” Panggil Jonatan yang lantas menghentikan langkah pria paruh baya di hadapannya. “Iya, apa ada perlu lagi?” tanya Morgan dengan tampang malasnya. “Ayolah ... jangan terlalu cuek kepadaku, nanti aku tidak krasan tinggal di rumahmu.” Rengek Jonatan bak anak kecil. “Itu akan lebih bagus!” ketus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN