MDU 84

1649 Kata

Jonatan menolehkan kepalanya dengan cepat ke arah belakang, mendapati sosok Borahae di sana. “Bo-Borahae?” gugub anak lelaki itu. PROK ... PROK ... “Hebat banget kamu!” serunya begitu girang. Jonatan menggaruk tengkuknya dan menarik lengan anak perempuan itu untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.  Di sini sekarang kedua anak itu berada, di atap sekolah yang memang terbilang sepi. Jonatan menatap sayu wajah sahabatnya, ada rasa tak enak hati karena anak itu tanpa sengaja harus melihat kekuatannya. “Apa kamu nggak takut, temenan ama aku?”  Borahae mencebikkan bibirnya. “Em, kenapa aku harus takut? Aku justru sagat merasa bahagia.” Ucapnya dengan senyuman mengembang, bak sinar matahari pagi pagi ini. “Apa kamu mau berjanji padaku?” “Eum. Berjanji untuk?” mengetuk dagunya pose berpik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN