Jonatan memaksakan senyumannya, menerima minuman yang di berikan Maura untuknya. Maura mengerjabkan kedua bola matanya beberapa kali, ia bingung dengan kepribadian Jonatan yang kerap sekali berubah, dia baru dua kali bertemu dengan pemuda ini, dan dua kali juga dia melihat kepribadian anak tersebut, apa mungkin Jonatan memiliki kepribadian ganda? “Kamu mau menerima minuman ini?” tanya Maura dengan tampang bodohnya. Jonatan menyentil kecil kening gadis di hadapannya, sembari tersenyum sangat tipis. “Menurutmu?” tanya balik pemuda itu, pergi meninggalkan sosok gadis tersebut menuruni tangga dan meremat botol berisikan minuman di tangan kanannya, sungguh ia sangat jijik hanya sekedar memegang benda yang abru saja gadis itu pegang. Dengan cepat Jonatan melempar botol tersebut ke segala arah

