Jonatan terbangun dari tidurnya. Dengan napas tersengal-sengal, diiringi peluh yang membanjiri sekujur tubuhnya. Pria itu mengusap wajahnya kasar. Menatap jam dinding yang masih menunjukkan pukul tengah malam. Sudah hampir dua tahun ini pria tersebut selalu seperti ini. Jonatan menatap nanar, selimut yang masih menutupi sebagian tubuhnya. Berlahan membuka selimut tebal tersebut. Sontak ia mengeratkan gigi-giginya. Merutuki hal bodoh yang terjadi pada dirinya. Mimpi basah. Yah! Dalam beberapa hari ini, Jonatan selalu bermimpi tentang gadis itu. Dengan pikiran kacau, Jonatan berjalan terhuyung-huyung menuju kamar mandi. Membersihkan dirinya, menatap pantulan tubuh kekarnya yang kini terguyur rintikan air shower. Tubuh kekar nan atletis, begitu sempurna. Jonatan meraup wajahnya yang t

