Morgan menangis di hadapan ruang rawat Jonatan, hatinya terasa teriris ketika mengingat betapa menderitanya Jonatan selama ini. “Apa yang anda sedihkan? Jonatan hanya penjahat cilik yang meminta bantuanmu untuk menyelamatkan dirinya.” Nj berucap di samping Morgan. Morgan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “Aku hanya yakin jika Jonatan bukan pemuda jahat. Dia hanya korban dari ketidak adilan keluarganya.” Nj tersenyum, ia tak menyangka jika Jonatan bercerita pada pria di sampingnya ini, Nj menepuk pundak Morgan. “Kau beruntung bisa dipercaya anak itu.” Morgan terdiam, mencoba mencerna kata-kata Nj. Apa Jonatan sebenarnya sosok anak yang tertutup? Apa yang membuat anak itu begitu percaya kepadanya?. Pria itu seolah larut dalam lamunannya, sampai-sampai tidak sadar jika Jm m

