Boby menepuk pundak bergetar Daren, ia merasa iba terhadap anak ini. Namun mau bagaimana lagi? keadaan yang memaksa semua harus terjadi. “Papa, maafkan aku, ini semua salahku.” Daren memukul kepalanya sendiri, ia merasa jika semua hal yang terjadi di keluarga Tristan semua karena dirinya. “Kenapa aku tidak mati saja?” tangisan Daren semakin terdengar pilu. Borahae yang melihat semua itu begitu emosi, ia tak ingin jika Daren terlalu menyalahkan dirinya sendiri, menurutnya yang terjadi sekarang ini adalah takdir dari yang maha kuasa. Dirinya juga sedih, akan tetapi ia tak ingin terlalu larut dalam kesedihan dan berakhir putus asa menjalani hidup seperti Daren. PLAKK! Satu tamparan melayang di pipi kanan Daren, Borahae terisak menatap telapak tangannya yang terlihat memerah. Ia hanya ing

