“Oiya, bagaimana kamu bisa tahu alamat rumahku? Dan sejak kapan kamu pindah ke negara ini?” tanya Jovanka, mencari jawaban akan pertanyaan di dalam otaknya. Xiaoshan yang sedang menyesap minumannya sontak tersedak karena terkejut dengan pertanyaan Jovanka. PRUFFTT!! “Ah, maaf, apa aku mengejutkanmu?” Jovanka panik dan mengambilkan tisu untuk pria di hadapnnya. Xiaoshan merutuki kebodohannya, bagaimana bisa dia gugub dan reflek menyemburkan minuman dari dalam mulutnya, benar-benar memalukan, geram pria itu dalam hati. Dengan cepat ia menerima tisu yang diberikan Jovanka untuknya, mengelap bibirnya yang basah terkena jus jeruk. “Ah, tidak, aku yang seharusnya meminta maaf.” Xiaoshan keringat dingin dibuatnya. Jovanka tersenyum sembari menggelengkan kepalanya pelan. “Kau tetap saja konyol

