Daren memutuskan untuk mengikuti Jonatan pergi, entah mengapa ia sangat penasan, ingin tahu kemana anak itu pergi sepulang sekolah. Daren mengernyitkan dahinya, ketika melihat Jonatan menghentikan motornya di depan sebuah toko bangunan besar di sana. Sedang apa Jonatan ada di tempat itu? Gumam Daren penuh tanda tanya, sebelum kemudian pulang. Sesampainya di rumah, Daren masih terngiang tentang adiknya, sampai-sampai tak menyadari adanya sang ayah yang sedari tadi melihat ke arahnya. “Daren, apa yang terjadi padamu?” sargah sang ayah, membuyarkan lamunan sang putra. Daren terkesiap kaget, sembari menolehkan kepalanya ke arah sang ayah di sana. “Papa, maaf, aku tidak melihat kalau Papa ada di sana.” “Apa yang sedang kau pikirkan, hm?” menepuk sofa kosong di sampingnya, menyuruh sang putr

