Jonatan menatap garang sosok Daren yang berani melepaskan earphone di telinga kanannya, siapa dia? Berani sekali sok akrab dengan Jonatan. Daren hanya anak pungut sekaligus anak pembawa sial di kehidupan Jonatan, jadi jangan harap bisa mendekati anak tersebut. Daren menunduk, ia hanya ingin berbicara pada Jonatan, hanya itu saja. Namun kenapa Jonatan justru terlihat sangat membenci dirinya? Ia berpikir jika Jonatan akan berubah pemikiran setelah beberapa lama mereka berpisah. “Apa kamu tidak merindukan Papa? Setiap hari Papa membicarakan dirimu.” Tutur Daren. Jonatan menyunggingkan senyum evilnya, terkekeh miris mendengar penuturan anak di sampingnya ini. “Dia papamu! Bukan lagi papaku!” bentak Jonatan, berdiri dari tempat duduknya meraih tas dan pergi meninggalkan Daren seorang diri. M

