Bab 8

1001 Kata
Mabuk "WOI BUKAIN PINTUNYA AKU UDAH NYEMPE NI" teriak Dean "Lo Di mana b*****t"bentak Alvaro "Di pintu dapur kau" "Ngapain sih segala sok sok kan lewat pintu belakang padahal pintu depan ada kurang besar apa lagi coba!" Gerutu Alvaro sambil membuka pintu untuk Dean "Pengen nyusahin kau lah hahahaha" Dean yang langsung nerobos masuk berlari keruang tamu. "b*****t kau" Alvaro membanting pintu dengan keras. "Mana pesanan aku" ucap Alvaro yang langsung mengambil plastik hitam yang di bawa Dean "Kok s**u nya rasa stroberi kan aku minta nya rasa cokelat" amuk Alvaro "Tai kau mintanya tadi rasa stroberi jangan Ngadi Ngadi b*****t" ucap Dean balik ngamuk "Ga mau aku maunya rasa cokelat" kata Alvaro agak di imut imutkan "Najis liat maka kau kayak gitu" Dean yang jijik melihat tingkah laku sahabatnya itu. "Aaaa aku mau nya rasa cokelat" ucap Alvaro yang memonyongkan bibirnya Plak sebuah sendal jepit tepat mendarat di kepala Alvaro. "Rasain emang enak hahahaha" Dean yang tertawa lepas "Eeee jangan lempar balik nanti aku malas belikan ice kream rasa cokelat" ancam Dean. "Ya udah cepatan sana pergi belikan yang baru" Dean yang enggan mendengar Alvaro memilih cepat membeli kan nya yang baru. Alvaro memaikan ponselnya ia main permainan hantu. "Aaaaa" Alvaro langsung melemparkan ponsel mahalnya seketika ponsel itu kembali retak. "Dorrrr" "Woi b*****t" teriak Alvaro yang di ikuti ketawa kencang milik Dean. "Nih permintaan kau udah aku belikan sesuai keinginan kau" ucap Dean yang langsung melemparkan s**u botolan rasa cokelat. "Ga jadi tadi gue nya cuman mau nyusahin kau nyeyeye" ejek Alvaro " Sialan kau" maki Dean yang langsung mengambil bawaannya dan langsung meminumnya. "Aku tadi beli ini" ucap Dean "Bir kalengan" "Memang the best kau" ucap Alvaro senang. "Et kau mau ini? Tapi aku ga mau kasih nyeyeye hahahah" Dean membalas dendam nya sambil tertawa "Sialan" ucap Alvaro marah "Nih ambil" Clek "Aku minum ini karena ada Tante Tante yang tergoda dengan rayuan ku" ucap Dean sambil membuka birnya Clek "Aku mau minum ini karena aku mendapatkan kesempatan dekat dengan Angel" ucap nya sambil tersenyum "Mari kita rayakan" ucap mereka senang. "Crisss" gelas mereka beradu. "Kau kapan mau melamar Tante Tante hah, ga Bosan apa sama yang Tante Tante" ucap Alvaro sambil meneggukan bir di tangan nya "Tante Tante itu lebih menggoda" ucapnya lagi. Mereka meminum dalam diam merenungkan pikiran mereka. Tak terasa bir yang mereka minum terlalu banyak. "Alvaro kau minum paling banyak" ucap Dean sambil memikirkan kepalanya yang terasa amat pusing, ia melihat Alvaro dengan muka merah badan tak tau bentuknya lagi. "Angelaa aku cinta kamu...aku sayang kamu...whooaaa" ciptaan Alvaro "Kau kok habisi semua sih kan aku baru minum dua botol sedang kan kamu minum sepuluh botol gila ya" protes Dean "Angelaa aku akan mengejar mu sampai ke bulan yeaaah" nyanyian itu sangat lah tidak jelas, ya tau lah kan keadaan orang mabuk tidak sadar diri. Plak Dean memukul kepala Alvaro lumayan keras. "Itu untuk kau yang mabuk sendirian" kesal Dean. "Ngapa sih kau ga nyisahin gue, kan aku ga mau susah" curhat Dean "Huek huek" "Jangan muntah di sini" Dean dengan cepat menggotong Alvaro ke kamar mandi belakang. "Huek huek huek" Dean menghela napas berat dia beruntung kali ini Alvaro tidak muntah di bajunya seperti biasanya. "Oh bulan kapan aku bisa ke sana... Menjemput bidadari ku..." Alvaro yang selesai memuntah kan isi perutnya. "Udah kelar keluar cepatan" perintah Dean Alvaro berjalan dengan loyo ke kanan ke kiri. "Gila ni orang bukannya tadi kaki nya keseleo, sekarang sembuh kayak gak pernah ada tu kata keseleo" "Benar juga kata orang kalau minum itu ga sadar diri" ucap Dean lagi "Eeeeeh hati hati" tapi kata itu pun terlambat Alvaro tertabrak dinding dan kini Alvaro berbaring seperti orang gila "Aku kalau mabuk juga kayak gini ga ya" ucap Dean "Bangun ga kau" perintah Dean yang tidak di ikuti Alvaro. "Angel aku datang tunggu aku bentar lagi aku nyampai di bulan" ucap Alvaro sambil tersenyum senyum. "Ayo cepatan bangun" Dean menarik lengan pria yang senyum senyum. "Hei!" Teriak Alvaro mampu membuat kaget Dean. "Jangan ganggu aku" katanya lagi "Siapa yang mau gangguin kau yang ada aku yang ke sususahan" ucap Dean "Ayo bagun cepatan" ucap Dean Bugh "Sialan kau" Alvaro meninju perut Dean "Kau yang sialan b*****t" ucap Dean marah. "Kau selingkuhan nya Angel kan" bentak Alvaro "Aku bukan selingkuhan nya Angel ga mungkin aku nikung sahabat aku sendiri" ucap Dean membela dirinya "Bohong" "Percaya sama aku Alvaro" ucap Dean kembali Alvaro yang tidak sanggup lagi berdiri dia tidur di dapur "Wah gila aku, masa aku terbawa suasana padahal aku tau kalau Alvaro lagi mabuk" ucap Dean menyadari "Bangunan jangan tidur lagi" "Siap hap maju" ucap Alvaro Melihat tingkah laku Alvaro, Dean hanya bisa menatap lalu membatunya menuju kamar nya di lantai atas. "Pelan pelan" "Aku hanya memanggilmu Angel...di saat aku membutuhkan mu... Yeahh" nyanyian Alvaro "Kau jangan ambil Andre" ucap Alvaro lagi "Iya" lagi lagi Dean hanya bisa menghela napas berat. "Ayo pelan pelan naik tangga nya" ucap Dean Baru Lima anak tangga yang mereka lalui dan masih banyak anak tangga yang menunggu mereka berdua Drett dreeet "Kau penggang ini sebentar" ucap Dean yang menyuruh Alvaro memegang pegangan tangga mereka berhenti di anak tangga ke enam Dean memeriksa ponselnya yang bergetar "Sayang ini nomor Tante ya" Dean amat senang. Alvaro yang tidak sadar kan diri terjatuh dari enam lantai "ALVARO" dug detak jantung Dean sepertinya berhenti "Alvaro kau ga pa pa kan" ucap Dean khawatir. Dean menangis dia sangat merasa bersalah. "Akan ku jemput Angel di bulan tunggu ya sayang bentar lagi" ucap Alvaro yang membuat hati Dean sedikit tenang. "Ayo bangun sepertinya kau tidak perlu aku antar kan ke kamar" ucap Dean "Ayo kita ke sofa" Dean menggandeng memapah Alvaro dengan berhati hati. "Kayak nya kau ga perlu deh ke dokter kalau aku lihat kau ga kenapa napa" ucap Dean "Ayo berbaring" Dean membuatkan s**u buat Alvaro dan mengambilkan selimut dan bantal untuk Alvaro "Ini semua karena Tante itu coba dia tidak SMS aku Alvaro ga mungkin bisa jatuh, tapi biarlah Alvaro terjatuh mungkin besoknya dia kesakitan" ucap Dean.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN