Bab 10

1037 Kata
Hari ini adalah hari Minggu, hari dimana menjadi kesukaan Angel. Yah kalian taulah, Minggu kan hari libur. "Hoamm" Angel menutupi mulut nya yang menguap lebar "Ah masih jam 8, Aku kira tadi udah siang" kata Angel yang melihat jam yang bergambar hello Kitty di dinding kamarnya itu. Angel bangun dari tempat tidur nya, Dia mengambil handuk nya, saat Angel hendak melangkah ke kamar mandi sesuatu berbunyi di atas meja rias nya Drtd drrtd drrtd "Hallo " tanya Angel "Hallo An, nanti malam kita jalan ya. Jam tujuh Aku jemput, jangan lupa dandan yang cantik" jawab seseorang dari sebrang sana. "Hmm iya" jawab Angel "Ingat ya" kata seseorang itu lagi "Iya Adam" jawab Angel sedikit menekan lalu mematikan ponsel nya. Yah benar yang menelpon Angel adalah Adam kekasih nya itu. Sebenarnya Angel sedikit kesal, karena ia sudah di telfon pagi pagi, untung saja jalan nya malam, kalau sekarang, kapan lagi ia akan beristirahat "Huftt malas banget mandi, apa cuci muka aja ya, sekalian joging, nanti pas pulang baru mandi" "Ah Angel kau emang paling pintar sedunia" lanjut Angel Angel cuci muka di wastafel dan mengganti baju kaos, training pendek, dan memakai sepatu warna hitam. * "Bun Angel pergi joging ya" ucap Angel "Tumben joging?, biasa nya gak pernah mau" tanya bunda nya itu "Sekali kali Bun" jawab Angel "Lagian ini udah mau jam 9, kau malah mau joging, panas lah" ejek bundanya "Gak Bun, mungkin aku cuma jalan hahaha" "Sudah ku duga, yah sudah hati hati, jangan lupa jalan ke rumah" Angel tidak menjawab bundanya, iya langsung saja pergi meninggal kan rumah nya itu. * "Alvaro, bangun!" Bentak papa nya "Apa sih pa, ini tuh masih pagi" "Pagi darimana Alvaro, ini tuh udah hampir jam 9" "Papa gak mau tau, pokoknya kamu harus pergi ke supermarket, belikan papa cemilan" "Kok papa nyuruh aku sih" "Siapa lagi kalau bukan dirimu hah?" "Hmm iya, udah sana papa keluar aku mau cuci muka dulu" "Apakah kau gak mandi Alvaro?" Mendengar pertanyaan papa nya itu, Alvaro menggeleng "Bagus" jawab papa nya sambil pergi meninggal kan kamarnya Alvaro. "Punya papa gini amat sih, udah tua masih juga nyuruh nyuruh" kesal Alvaro yang langsung cuci muka dan mengambil kunci mobil nya itu. * Angel melihat jam ditangan nya "Aduh jam segini ternyata panas banget ya, besok besok kalau joging jangan jam segini" kesal Angel "Mana haus lagi" lanjutnya sambil menelusuri jalan raya. "Itu bukan nya Angel?" Ucap Alvaro yang menyipitkan mata nya, dan membuka kaca mobilnya itu yang berjalan pelan "Angel" teriak Alvaro yang memberhentikan mobil nya Angel yang merasa namanya dipanggil menoleh iya sangat kaget, kenapa harus pas banget ketemu dengan seorang Alvaro. "Masuk" perintah Alvaro Tanpa penolakan Angel langsung masuk ke dalam mobil Alvaro, jujur saja ia sangat capek dan merasa sangat haus. "Ngapain kau di tengah jalan? kayak anak kehilangan orang tua aja, mana mirip orang gelandangan" tanya Alvaro yang agak menyindirnya itu Angel melihat sekitar tubuh nya itu "Enak aja, aku gak mirip orang gelandangan ya, dan aku juga gak kehilangan orang tua. Lagian aku tadi joging kok" Jawab Angel sinis "Mana ada yang joging jam segini Angel, gak usah pintar banget" ucap Alvaro "Kau mau kemana?" Tanya Angel mengalihkan topik tentang dirinya yang joging jam 9 itu, karena iya malu karena Alvaro selalu mengoloknya seperti tidak ada topik lain saja "Mau ke supermaket, kenapa? "Bagus, sekalian kau traktir aku oke" senyum Angel "Boleh, tapi ada syarat nya" "Apa syaratnya?" Tanya Angel "Nanti malam kita jalan" jawab Alvaro Hampir saja Angel mengiyakan ajakan Alvaro, karena ia teringat sesuatu yang sangat penting "Gak bisa Alvaro, aku udah janjian sama orang lain" "Tinggal batalin" jawab Alvaro enteng "Masalah nya dia pacar aku, kalau gak mau traktir aku, yaudah aku pinjam aja duit kau, nanti aku balikan pas nyampe ke rumah" "Emang siapa yang mau ngantar kau pulang?" Tanya Alvaro yang bercanda "Alvaron" Alvaro hanya tertawa, baginya Angel sangat lucu "Iya iya, jangan marah dong, nanti makin cantik, bahaya" "Gak usah bikin aku jijik deh" * "Udah cuma ini doang?" Angel hanya mengangguk kan kepalanya "Ini aja mbak" kata Alvaro yang mampu membuat kasir supermarket itu tersenyum malu malu, Angel yang melihat itu langsung mengalihkan mukanya, karena iya sangat geli "Yah udah yok" ajak Alvaro Sesampai nya di mobil, Alvaro maupun Angel hanya diam saja bahkan sampai ke rumah Angel saja mereka masih diam "Nyampe" "Makasih ya Alvaro" ucap Angel dengan senyuman tulus nya Alvaro hanya membalas senyuman Angel, karena Angel hatinya menjadi luluh. "Oh iya yang tadi..." "Gak usah, anggap aja aku yang traktir" "Sekali lagi makasih" ucap Angel dan langsung pergi masuk ke rumah dan meninggalkan Alvaro. * "Udah pulang?" Tanya Bunda nya yang sedang duduk di depan televisi "Bunda gak liat, anaknya yang cantik ini pulang?" "Bunda kira tadi roh" Angel langsung masuk tanpa mendengarkan ucapan bunda nya itu karena iya lelah pake banget "Capek banget sih" ucap Angel yang kini sudah rebahan di kasur, karena angin sepoi sepoi masuk melalui jendela dan etalase dinding kamarnya itu Angel akhirnya terlelap memejam kan matanya, sebenarnya Angel tadi sudah ada rencana jika sudah nyampai ia harus mandi tetapi ia melupakan niatan nya itu. * Drrt drrt drrt "Hmm hallo?" "An nanti kamu datang di restoran biasa ya, soalnya aku gak bisa jemput mu" yah kalian tau lah ini siapa, siapa lagi kalau bukan Adam "Oke" jawab Angel sambil bangun dari tidur nya itu, ia melihat ke arah dinding dan benar itu sudah menunjukan jam tujuh kurang, Angel siap siap, dia memakai baju gaun warna merah. "Bun, aku mau izin keluar bentar, soalnya mau dinner sama Adam" "Adam gak jemput?" Tanya bunda nya itu "Enggak Bun" * Akhirnya jam tujuh pas Angel sampai juga di restoranbiasa ia dan Adam berdua, tetapi ia melihat tidak ada Adam. Angel duduk di dekat jendela, ia melihat jam ternyata sudah jam 8 kurang lima belas menit yang berarti ia sudah berarti ia sudah menunggu empat lima menit, tetapi Angel masih positif thinking bahwa Adam pasti datang. "Maaf kak, kami mau nitip, kakak bisa datang kembali lagi besok" "Ah iya, ternyata udah jam sebelas malam" "Nih mbak bayar yang tadi" "Terima kasih ya kak" Angel pulang kerumah, rasanya ia sangat marah sama Adam kenapa coba gak datang datang, padahal Alvaro tau kalau Angel gak suka nunggu terlalu lama.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN