Alvaro masuk kedalam apartemennya, senyumnya tidak hilang dari wajah tampannya. Jangan lupakan Alvaro juga memegang dadanya yang sekarang berdetak kencang karena Angel. Angel, nama yang indah untuk wanita cantik sepertinya.
"aku benar-benar jatuh cinta padanya, aku harus mendapatkannya" ujar Alvaro pada dirinya sendir sambil berbaring diatas kasurnya. Alvaro menatap langit-langit kamarnya sambil membanyangkan hubungannya dengan Angel, bahkan Angel masuk kedalam mimpinya tanpa Alvaro minta sekalipun.
Sementara di apartemennya Angel sekarang sedang berendam air hangat, badannya terasa sangat lengket karena habis melatih teakwondo anak-anak sampai remaja, sebenarnya Angel bukanlah guru taekwondo hanya saja hari ini ia menggantikan ayahnya yang tidak lain adalah pelatih asli. Berhubungan Angel adalah anak satu-satunya dan dari kecil sudah diajarkan taewondo dan jenis bela diri yang lainnya oleh ayahnya, Angel menguasai bela diri.
Angel menghela nafas kesal karena lengan atasnya memar karena 2 pencopet itu tadi, itu semua karena Angel pulang dengan dress selutut sehingga dia tidak bisa bergerak dengan bebas,
Setelah berendam diair hangat Angel tidak langsung mengganti pakaiannya, ia memakai jas mandinya lalu menghidupkan laptopnya.
Angel membunyikan jari-jarinya sebelum ia mulai mengetik dilaptopnya, pekerjaan Angel adalah penulis tapi tidak jarang ada yang mengetahui Angel adalah seorang penulis termasuk kekasihnya. Yang orang-orang tahu tentang Angel ialah anak dari pelatih teakwondo dan anak dari pemilik butik. Mereka tidak salah, karena sekarang pun Angel menghandle salah satu cabang butik keluarganya.
Butik itu milik ayah dan ibunya, tapi ibunya memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dan ayahnya memilih untuk menjadi pelatih. Angel anak satu-satunya lah yang menjalankan butik, walaupun ibunya kadang membantu.
Angel mulai menulis untuk kelanjutan novelnya yang sudah ditagih oleh penerbit, malam-malam beginilah Angel bisa menulis karena disiang harinya ia bekerja. Jangan katakan berapa jam waktu Angel tidur, jawabannya Angel tidur dengan cukup. Karena ia hanya menulis bab yang ditagih oleh penulis selebih itu ia tidur. Besok malam nya lagi, Angel akan sama seperti itu.
Alvaro bangun pagi karena ia berharap bertemu dengan Angel lagi, kalau bisa Alvaro ingin mengajak Angel langsung kawin. Ah, salah mengajak Angel menikah secepatnya. Alvaro benar-benar sedang dimabuk cinta sekarang.
"pagi Angel" sapa Alvaro ketika hendak masuk lift Angel juga ingin masuk lift. Didalam hati Alvaro ia sedang berteriak kesenangan karena bertemu lagi dengan Angel.
"pagi" jawabnya ramah membuat jantung Alvaro kembali berdetak tak beraturan.
'Tuhan, tolong biarkan Angel menjadi jodohku kalau memang dia bukan jodohku tolong di cek lagi siapa tahu jodohku benar-benar Angel' Alvaro berdoa seolah-olah dia hamba Tuhan yang taat.
"mau pergi bekerja?" tanya Alvaro membuat Angel menoleh pada Alvaro lalu mengangguk sambil tersenyum tipis.
"mau pergi bersama?" tawar Alvaro membuat Angel menggelengkan kepalanya,
"terima kasih, tapi aku sudah dijemput" jawab Angel.
Alvaro menghela nafas pelan, ia kalah start. Siapa yang menjemput Angel? Kekasihnya? Atau temannya?
Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka sampai mereka tiba dilobi, Alvaro berhenti dibelakang Angel. Alvaro sangat penasaran siapa kah yang menjemput Angel.
Mobil hitam berhenti tepat didepan Angel membuat Alvaro menajamkan penglihatanya, dan Alvaro seperti mengenal siapa pemilik mobil itu.
"Adam?" Alvaro tidak percaya bahwa yang menjemput Angel adalah Adam. Siapa Adam sebenarnya? Jangan bilang kalau Adam adalah kekasih Angel.
Pupus sudah harapan Alvaro, Adam adalah atasannnya dikantor lebih tepatnya manager keuangan dan merebut kekasih orang lain bukan tipe Alvaro sama sekali.
"Trobos ajalah" guman Alvaro pada dirinya sendiri, Namanya jatuh cinta. Bukankah jatuh cinta bukan kesalahan, lagian mereka masih pacarankan, setidaknya tunanganlah. Sebelum jalur kuning melengkung, apappun bisa terjadi termasuk menikah dengan Angel.
Alvaro mengangkat kedua bahunya lalu berjalan keparkiran, Alvaro juga harus berangkat kerja.
Sampai dikantor Alvaro mencibir Adam karena sekarang sedang berbincang dengan Lisa sekretarisnya, ck. Sama sekali tidak cocok dengan Angel sama sekali.
Tetap saja walaupun Alvaro bersemangat untuk mengajak Angel menikah, Alvaro tidak yakin Angel mau didekati oleh Alvaro.
"semangat!" ujar Alvaro menyemangati dirinya sendiri, kenapa Alvaro harus merasa tidak yakin sebelum ia mencoba mendekati Angel. Bukankah ia lebih banyak pesona dibandingkan Adam.
Drt...drt...
Alvaro melirik ponselnya, panggilan dari ibunya. Alvaro menolak panggilan lalu mematikan ponselnya. Alvaro merindukan ibunya, tapi ia sudah berjanji untuk menerima panggilan dari ibunya sampai hukumannya selesai. Jangan dikatakan Alvaro sangat merindukan ibunya, tapi bagaimana lagi seorang pria bukankah yang dipegang itu janjinya.
Alvaro menghela nafas sebentar lalu fokus kekomputernya, ia harus bekerja.
Sudah pukul 5 sore namun Alvaro dan rekan satu teamnya belum juga pulang karena mereka bekerja lembur, Adam? Jangan tanyakan kemana pria itu, Adam sudah pulang kerja satu jam yang lalu bersama sekretaris nya itu.
Omong-omong Adam dan sekretarisnya sepertinya ada yang tidak beres diantara mereka berdua, sebagai pria Alvaro bisa melihat itu. Alvaro menggelengkan kepalanya, bisa sajakan mereka murni rekan kerja.
Alvaro meregangkan otot-ototnya yang pegak karena duduk berjam-jam, Alvaro melirik Desi yang sedang merapikan peralatannya.
"semuanya aku pulang duluan" ujar Alvaro berpamit pulang,
"hm, hati-hati"
Alvaro tidak tahu siapa yang menjawab karena ia langsung keluar dari dalam kantor, didalam lift Alvaro menyendarkan dirinya. Kantor sudah sepi, wajar saja karena hari sudah larut malam.
Alvaro bukan orang yang awam ia bahkan kadang pulang subuh atau dipagi hari berikutnya, karena ada hal yang ia lakukan bersama teman-temanya. Apalagi bersenag-senang tentunya.
Sampai dilobi apartemen Alvaro berharap akan bertemu dengan Angel, namun ia tidak bertemu dengan Angel.
'anda kurang beruntung' ujar Alvaro pada dirinya dan masuk kedalam lift. Lagian mungkin sekarang Angel sudah tidur mengingat hari sudah larut malam.
Alvaro masuk kedalam apartemennya lalu Alvaro langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dan beristirahat.
Sementara itu dirumah yang tidak terlalu besar namun cukup untuk ditinggali 10 orang, Angel sedang memasang masker bersama ibunya. Sekarang mereka sedang berada diruang keluarga. Angel sengaja pulang kerumah karana ayahnya sedang menemani anak didiknya untuk ikut kejuaraan.
"Bun, kalau aku tidak menikah-nikah tidak apa kan?" tanya Angel membuat ibunya terdiam sebentar lalu tersenyum pada putrinya.
"semua itu pilihanmu sayang, mau menikah atau tidak. Bunda hanya mendukungmu saja, tapi kalau ada pria yang baik bunda berharap kau menikah"
"bunda tidak marah atau melarangku?" tanya Angel lagi.
"tentu saja bunda akan merasa kecewa tapi seperti kata bunda tadi, bunda dan ayah akan mendukungmu"
Angel tidak berkata-katam ia memeluk erat ibunya.