Sepanjang perjalanan Kyra tak melepaskan Adara dari dalam pelukannya. Kyra terus mengelus punggung perempuan itu, membelainya, menenangkannya dari rasa keterkejutan yang menimpanya. Tubuh Adara masih bergetar hebat, masih tersisa isak tangis meski tak sehebat sebelumnya. Bahkan ketika mereka sampai kembali di rumah Kyra, Adara masih tak melepaskan pelukan itu. Adara masih memeluknya dengan begitu erat seolah takut di tinggalkan. “Ky ... gimana? Adara ... apa yang terjadi padanya?” Tanya Paula seraya berdiri menyambut kedatangan mereka. “Kyra ... apa yang terjadi? Kenapa Adara sampai di culik? Apa masalahnya?” Kyra menghembuskan nafas kemudian mendudukan diri di ruang tamu. “Ceritanya sedikit panjang Pau. Akan kuceritakan nanti.” ucapnya sebelum mengalihkan perhatian kembali pada A

