Bab 65- Heart To Heart

1751 Kata

Ambar melirik ke arah kaca kecil yang melintang sekitar tiga sentimeter di pintu kayu ruang perawatan Bianca. Menatap Putri bungsunya itu yang kini sedang berbicara dengan Rani – menantunya. Jujur, dia ingin memeluk erat tubuh putri bungsunya itu dan mengucapkan beribu kata maaf. Entah sudah berapa banyak kata-kata menyakitkan yang dia berikan untuk Bianca hanya karena anaknya itu tidak menginginkan untuk menikah, tanpa mengetahui trauma mendalam yang dirasakan oleh putrinya itu.  Dia ingat pertengkaran terakhirnya dengan Bianca saat putrinya itu memutuskan untuk pindah rumah ke apartemen yang diberikan Alfian untuknya. Mungkin, baginya dengan pindah dari rumahnya dapat memberikan kebebasan dari kekangan-kekangan yang dia berikan.  Dia marah, dia kecewa karena terlalu egois dan memaksakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN