Fabian duduk di salah satu sudut di lorong depan ruangan Bianca dirawat dengan d**a bergemuruh. Matanya terus menatap ruangan itu dengan jantung yang seolah di remas. Dia tak menghiraukan rasa sakit atas pukulan bertubi-tibi yang dia terima dari kakak sulung Bianca itu. Rasa sakit itu tak seberapa dengan rasa sakit yang telah dia berikan kepada Bianca bertahun-tahun yang lalu, dan bodohnya dia mencoba tak menghiraukan itu. Dia tahu bahwa masa lalu di antara mereka membuat Bianca menderita PTSD , tapi dia tak pernah menyangka bahwa masa lalu menyakitkan itu membuat Bianca melakukan percobaan bunuh diri. Bukan sekali, apa yang terjadi sekarang menjadi bukti bahwa Bianca begitu terluka atas sikapnya dulu. Fabian pikir dengan mencoba untuk tidak mengindahkan masa lalunya dengan Bianca bisa

