Suara merdu Cherry yang diiringi seorang pianis yang menarikan jemari lentiknya di atas tuts grand piano membuat seisi bar hotel itu terkesima. "Wow, penyanyi andalanmu memang beda, Lino. Dia dibawa ke luar negeri nggak demam panggung juga. Kurasa nanti malam saat manggung, Cherry bakal jadi magnet para pengunjung bar ini!" puji Nicky dengan antusias. Sorot matanya berbinar penuh kekaguman memandang lurus ke arah panggung. Merlino menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi kekaguman sobatnya kepada Cherry. Dia lalu menanggapi, "Kamu ini kenapa sih nahan-nahan nggak ngejar si Cherry terang-terangan aja, Nick? Takut sama cowoknya yang bocah ingusan itu?" "Yaelah ... bukan takut sama pacarnya. Kemarin aja itu laki udah ada cewek lain di Perth, cuma si Cherry masih belum move on. Masa mau k

