Fibra masih terkapar di atas kasur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya. Dia benar-benar merasakan lelah dan letih setelah semalam Zivanya memintanya untuk berolah raga dengan seenak jidatnya. Ingin sekali dia marah pada sang istri, tapi ketika melihat Zivanya tersenyum akhirnya dia pun luluh dan hanya bisa diam menikmati. Untungnya hari ini hari libur, jadi dia bisa lebih lama untuk beristirahat. “Kamu sedang apa sayang?” tangan Fibra terulur memeluk pinggang Zivanya dari belakang. Rindu seharian langsung terobati ketika melihat sang istri ada di rumah di waktu dia pulang kantor malam itu. Zivanya tidak menjawab ataupun membalikkan tubuh, dia hanya tersenyum sambil menatap ke luar lewat jendela yang masih di biarkan terbuka walau hari sudah malam. “Bulannya cantik!” ucapnya sambil m

