TIGA PULUH SEMBILAN

1945 Kata

Semua diam dan menatap Zoni yang tertunduk setelah Zivanya menanyakan hal yang cukup membuat semua kawatir terutama Fibra. Dengan lancang Zoni menatap Zivanya dan tersenyum cukup manis. Fibra yang melihat itu, ingin sekali mencungkil bola mata juga merobek mulut itu yang berani-beraninya menatap dan tersenyum pada sang istri. Zivanya yang melihat kekesalan itu hanya bisa tersenyum kecil. Karena merasa di cintai dengan begitu dalam. “Aku melakukan itu karena ingin, DIA!” Zoni menatap dan menunjuk Fibra, “Merasa hancur ketika orang yang dia cintai dan sayangi di rusak oleh orang lain.” “Apa yang kamu maksud adikmu?” Ucap Zivanya masih tenang. Terlihat wajah gusar yang Zoni tampilkan. “Ya, dia adikku. Apa kalian tahu, dia di campakkan oleh tunangannya setelah keluarga mereka tahu ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN