Brina tahu inilah saatnya. Dia tahu kalau semua ini berujung akan seperti ini. “Kamu itu loh, Brin, salah tahu kalau kamu masih belum menyerahkan apa pun kepada Brian. Dia kan suamimu, egonya sebagai pria tentu terluka kalau dihadapkan dengan masalah itu.” Masih terngiang jelas ucapan Ayu tadi pagi. Saat dia berkeluh kesah tentang sikap Brian. Memang seharusnya dia sudah menyerahkan apa yang selama ini selalu dijaganya kan? Dia susah tiga puluh tahun, sudah mempunyai sederetan mantan yang tak bisa dibilang sedikit. Dan dia bukan gadis kemarin sore yang hanya berpacaran dengan berpegangan tangan, tapi dia tak pernah melewati batas-batas itu. Dia selalu menjaga dirinya. Selalu. Sebatas ciuman di bibir dan cumbuan di leher itu sudah cukup. Itu pun dilakukan Brina dengan pria yang benar-ben

