BAB 21MANIS

1186 Kata

Brina mengernyit mendengarkan ucapan Brian. Enak saja, bagaimana bisa bocah songong didekatnya ini mengatakan kalau dia miliknya dan tak akan menceritakan apa pun sebelum dia siap? Amarah Brina tentu saja langsung meluap. Dia tak mau diperlakukan seperti boneka yang tak tahu apa pun. Meski dia bersalah kepada Brian di masa lalu, dia tak mengizinkan Brian tak mau menjelaskan apa pun padanya. Apalagi tentang gadis bernama Rani itu. Brina mendorong Brian, menjauh dari rengkuhan pria itu. Meski Brian sudah kembali ke sikap tenangnya, Brina tahu kalau pria itu masih sedikit gelisah. “Aku tak mau kamu main teka-teki denganku, Yan. Kalau kamu bersikeras tak mau menceritakan siapa Rani, aku akan angkat kaki dari rumah ini.” Ucapannya membuat mata Brian membulat, meski hanya sesaat. Karena detik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN