Brina kali ini menunggu jawaban dari Brian. Dia tak mau melepaskan begitu saja kesempatan untuk mengorek semua tentang suaminya. Sementara itu, Brian menyeringai sebelum mengusap wajah dan rambutnya yang tertata rapi seperti biasanya. “Kamu kenapa sih, galak banget kayak guru sekolah? Sekarang kamu makan dulu. Udah aku pesanin ayam saus teriyaki dari restoran baru di pengkolan jalan sana.” Brina mengamati Brian yang merogoh laci meja kerjanya, untuk mengeluarkan kardus berwarna merah kuning dan meletakkannya di atas meja. “Aku nggak mau disuap pakai ayam kayak gini.” Brina mendorong kardus yang sudah diangsurkan di depannya. “Kenapa nggak mau? Ini, kan makanan kesukaanmu. Atau karena kamu ngerasa nggak level sama makanan kayak gini? Atau kamu mau makan di luar? Di mana? Aku temenin se

