21

936 Kata

Kafe yang dimaksud Pepep adalah sebuah bangunan semi minimalis yang terletak beberapa bangunan dari seberang rumah sakit. Bangunannya yang pucat tidak menonjolkan gairah untuk menarik pengunjung. Namun aku tetap melangkah mengikuti sepasang kaki lincah yang gesit mencari tempat duduk berupa sofa ungu pudar di pojok ruangan, berhimpitan jendela tinggi, dan menghadap taman yang juga berfungsi sebagai smoking area. Aku memilih duduk di seberang sofa panjang yang diduduki Ola dan Pepep, menikmati sofa single yang warnanya hijau lumut, sangat bertabrakan dengan sofa di seberang. Seorang pelayan datang dan mencatat semua pesanan kami. Ola terlihat sangat akrab dengan si pelayan, membuatku menduga mereka sering datang ke sini. Siapapun akan mudah menyukai Ola. Anak perempuan ini memiliki senyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN