Cincin itu telah lenyap dari jari manis tangan perempuan di seberang. Hal itulah yang diinginkan Vhiya, kandasnya pertunangan Pepep dan Deva. Tidak seorang pun sadar betapa lihai Vhiya mengarahkan Pepep, Admiral, dan Deva pada sebuah konklusi. Admiral berpacaran dengan Pepep bertepatan Vhiya yang makin akrab dengan keluarga Deva. Semuanya sempurna, sesuai rencana Vhiya. “Aku dengar kamu dekat sama Deva.” Pepep memulai pembicaraan. Vhiya melirik keberadaan Admiral yang jauh di konter makanan. Pembicaraan ini akan leluasa jika jauh dari intervensi Admiral. “Iya, temenan aja. Gue kerja di angkringan depan kompleks perumahan Deva. Ada apa?” “Nggak.” Pepep tersenyum tulus. “Aku cuma dengar selentingan kabar soal kamu dan Deva. Waktu itu aku lihat kalian jalan bareng di kampus dan aku pikir k

