Andai jubah Harry Potter benar-benar ada di dunia nyata, aku pasti tidak terjebak bersama Deva. Jam makan siang, Deva, dan tatapan kepo karyawan merupakan kombinasi sempurna aku meraih gelar baru. Gelar atas ‘kelihaian’ mendekati atasan, yang mana itu big bullshit. Ketika kami berhasil meninggalkan kantor dengan membawa hujaman tanda tanya setiap karyawan pada punggung, aku belum bisa bernapas lega. Karena―demi apapun, takdir sengaja mempermainkanku―kami bertemu Admiral di mol. Sekian banyak mol di Jakarta, haruskah Admiral yang kami temui? Pertanyaan dalam benakku terefleksi jelas pada wajah Admiral. Aku mengharapkan ada gempa sehingga pengunjung mol mesti dievakuasi. Namun tidak ada keajaiban begitu. Aku meringis sembari mengikuti langkah Deva yang mantap menghampiri Admiral. Aku mem

