18

982 Kata

Angin berhembus lembut menerbangkan helai rambut seorang gadis yang duduk di bawah pohon. Sinar matahari sore menerpa kulit kuning langsatnya. Gadis itu tidak terganggu maupun khawatir kulitnya kelak akan menggelap akibat terpaan panas matahari. Fokusnya tengah bersarang pada sepasang muda-mudi di parkiran. Gestur badan kedua orang itu membuat senyum pada bibirnya merekah sempurna. Menambah daya tariknya selain pipi kemerahan yang alami. Kecantikan sejak lahir yang belum disadari seorang Vhiya. Yang dia manfaatkan dari karunia Tuhan adalah daya pikirnya, menjebak dua orang kekasih dalam polemik. Menyebabkan kebahagiaan meletup-letup dalam hatinya. Vhiya senang menonton pertengkaran Deva dan Pepep di ujung sana. “Sebentar lagi kalian bakal berpisah,” gumam Vhiya sembari menyilangkan kaki l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN