10

1092 Kata

Admiral diam sepanjang perjalanan ke apartemennya. Aku juga tidak berniat membuka topik obrolan apapun. Bertemu kembali dengan Deva semacam tonjokan kasat mata. Aku ingin menyudahi ini semua. Berharap ini hanyalah mimpi yang akan berakhir begitu aku terbangun esok pagi. “Gue ketemu Pepep.” Aku yang sudah mengangkat remote hendak menyalakan TV di ruang tengah apartemen Admiral jadi urung dan memilih membenahi dudukku agar nyaman bercakap lebih lanjut. “Lo ketemu dimana?” tanyaku penasaran. “Bogor.” Aku ingat cerita adikku yang mengaku melihat Pepep di Bogor. Pepep telah lama menghilang. Aku tidak tahu ke mana dia pergi. Tak satu pun dari kami yang tahu karena aku dan Admiral sibuk melarikan diri dari Deva. “Lo ngobrol apa saja?” Aku bertanya hati-hati. Melihat bagaimana raut wajah Ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN