11

977 Kata

“Baju gue gimana? Pantas nggak?” Admiral memutar badannya sekali lagi di depan cermin. Vhiya memutar bola matanya, jengah pada pertanyaan sama yang dilontarkan Admiral selama sejam mereka di distro. Admiral masih saja berkutat memilih pakaian dan belum menemukan satu pun yang sesuai. Vhiya tidak yakin keberadaannya di sini untuk memberikan saran atau menjadi penonton pose-pose konyol Admiral dalam balutan baju-baju berbeda. “Bagus kok bagus,” jawab Vhiya benar-benar bosan pada segala ocehan pesimis Admiral. Pemuda itu khawatir penampilannya akan memalukan saat dia jalan bersama Pepep. Ya, Admiral berhasil meyakinkan Pepep agar menerima ajakannya jalan sebagai teman semata. Mengikuti saran Vhiya, pemuda itu belajar menahan diri dan belajar membuat tanggul patah hati jikalau Pepep tetap mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN