Rencana Yasa

2577 Kata

Yasa menatap Nayla begitu lekat, bahkan wanita itu tak mampu membalas tatapannya walau hanya sedetik. “Itu karena kamu terlalu baik. Kamu ngerasa punya tanggungjawab penuh atas kebahagiaan saya dan Vano.” Nayla masih tertunduk, dia terlalu sulit mengangkat wajah menjawab pertanyaan Yasa. Ada banyak alasan yang bisa dikeluarkan oleh manusia. Dan Nayla belum menemukan alasan apa sehingga dia sendiri merasa sedih sekarang. “Gue cinta sama lo, Nay.” “A-apa?” Nayla tidak percaya kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Yasa. Pria itu kembali mendekat dan meraih kedua tangannya lagi begitu lembut. “Gue tau. Bukan pertama kali gue ngerasain ini, mungkin lo adalah wanita kesekian yang jadi daftar cinta gue, Nay. Tapi yang gue lakuin sekarang berbeda, umur 30 taun udah bukan waktunya buat ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN