Lamaran Yasa

1808 Kata

“Seharusnya kamu gak datang ke rumah saya, Yas. Liat kondisi kamu sekarang, bahkan buat duduk aja gak bisa. Gimana mau ngadepin ibu saya? Tolonglah sekali aja kamu dengerin nasehat orang. Saya bawel karena saya peduli sama kamu!” Nayla berbicara tegas pada seseorang yang duduk di sampingnya. Dia sangat risi melihat wajah pucat pria itu, tapi ucapan yang dilontarkan Nayla seolah masuk telinga kiri, keluar telinga kanan. “Justru karena gue sakit, gue pengen ada di deket lo. Lo kan, dokter. Kalau gue kenapa-napa bisa langsung ditanganin. Coba kalau gue sendirian di apartemen, gue mati nanti siapa yang bakal jadi pasangan lo di KUA? Kecuali kalau lo emang pengen gue mati terus nikah sama si kawat sendal jepit.” “Kawat sendal jepit?” “Iya … noh, yang katanya ngebet pengen nikahin lo. Tapi ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN