Namaku Arya. Usiaku memasuki tiga puluh tahun. Bekerja sebagai seorang pegawai negeri sipil dengan jabatan staf pelaksana golongan II d di sebuah kantor pemerintahan kecamatan. Aku memiliki istri bernama Ana Amalia. Usianya tiga tahun di bawahku. Tiga tahun pula aku dan dia telah menikah dan dikaruniai seorang putri cantik bernama Viana atau yang sering dipanggil Via saja, berusia dua tahun lebih. Alhamdulillah, putri kami adalah anak yang baik. Tidak suka rewel dan cengeng. Aku menyayanginya meski tak benar-benar dekat dengan gadis kecil itu. Bagiku sudah sewajarnya anak lebih dekat dengan ibunya ketimbang dengan bapaknya, sebab bapak tak punya banyak waktu di rumah karena harus mencari nafkah di luar. Sedangkan ibu hanya di rumah saja, menunggu suami pulang kerja dan menunggu tang

