"Mama, Mama mau ke mana?" Bangun tidur, Via bertanya sambil mengucek mata yang terlihat kuyu. Mungkin masih mengantuk sebab semalam memang sedikit gelisah dalam tidurnya. Aku yang sedang bersiap-siap hendak ke pengadilan agama untuk memasukkan berkas gugatan cerai yang sudah kupersiapkan sebelumnya, menoleh lalu tersenyum menatap gadis kecil itu. "Mama mau pergi sebentar. Via tinggal sama nenek dulu bisa?" tanyaku lembut sembari mendekatinya lalu mengusap puncak kepalanya pelan. Gadis kecil itu mengangguk. "Tapi jangan lama-lama ya, Ma. Soalnya kepala Via rasanya sakit," sahut putri kecilku itu tiba-tiba sambil memijit pelipisnya. Aku merasa terkejut lalu sontak memegang kening gadis itu. Baru kusadari teraba panas memang. Ah, ada apa dengan putri kecilku ini? Wajahnya juga terliha

