"Ya, kamu kenapa? Kok wajahmu pucat gitu?" sambut ibu saat aku sampai dan masuk ke rumah dengan langkah kaki terburu-buru. Usai meninggalkan kompleks pertokoan tadi aku memang langsung pulang ke rumah, ingin berembuk dengan ibu bagaimana caranya mengatasi masalah yang sedang kuhadapi saat ini. "Gawat, Bu. Ternyata calon istri sepupu Mitha itu adalah Ana. Untung saja aku buru-buru kabur waktu hendak dikenalin tadi, kalau nggak, gak tau, deh Bu gimana kejadiannya. Bisa-bisa Mitha nggak mau lagi berhubungan sama aku," sahutku dengan nada mengeluh dan nafas memburu. Mendengar perkataanku, ibu tampak membelalak kaget. "Apa? Jadi calon istri sepupu Mitha itu Ana? Yang bener, Ya? Bukannya mereka keluarga orang terpandang di kota ini? Mau gitu besanan sama keluarga Ana? Ck ...ck...ck... berun

