Leo tersenyum penuh arti menatap tangannya yang di gandeng oleh putri itu. Sebut saja dia gila, terserah kalian. Karna dia bisa mendapatkan 10.000 wanita yang kecantikan nya berpuluh-puluh kali lipat dari putri tapi dia malah lebih memilih gadis itu. "Akhirnya kita sampai juga", ujar putri setelah mereka sampai pada tujuan dan melepaskan genggamannya dari tangan Leo. Terlihat jelas raut kecewa di wajah laki-laki itu ketika putri melakukannya. Bahkan dia tanpa sadar terus menatap tangan kosong yang tadinya sudah merasa nyaman karna di genggam oleh putri. "Lo kenapa? Kenapa raut wajah lo kayak anak kecil yang kecewa karna es krim nya jatuh?" Tanya putri merasa bingung saat melihat ekspresi leo tersebut. Dengan cepat Leo menggeleng, "ngga papa", ketusnya mencoba menyembunyikan perasaannya

