49

922 Kata

Beberapa jam kemudian mereka berdua duduk menatap ke arah danau yang ber air keruh tersebut. Makanan yang putri beli semuanya telah mereka berdua habiskan dengan canda dan tawa yang entah kenapa tiba-tiba saja bisa tercipta padahal biasanya mereka berdua tidak pernah se akur itu untuk saling tertawa bersama. "Katanya ngga doyan eh? Tapi kok telor gulung gue malah lo abisin?" Ledek putri membuka obrolan kembali. "Gue ngga pernah bilang kalo gue ngga suka yah, gue cuman bilang rasanya lumayan. Jadi tolong ngga usah ngada-ngada" sahut leo memberikan pembelaannya. "Yayayaya..." Putri yang sedang malas berdebat hanya meng iyakan saja jawaban leo tersebut. "Eh tapi gila yah, seratus ribu udah dapet banyak aneka makanan". "Yoi, emangnya tempat makan di kalangan lo apa? Yang duit segitu cuman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN