Rama berjalan mendekat ke arah putri yang kini sedang terduduk di salah satu sofa disana, "dan kenapa lo ngga bisa percaya kalo kita seriusan saat ngomong itu? Lo punya masalah apa sih sama fikiran lo? Kenapa lo selalu nganggep perasaan yang kita punya itu adalah sebuah omong kosong dan sekedar candaan doang? Padahal kan lo tau sendiri, ngungkapin perasaan suka, ngga semudah itu! Butuh keberanian yang besar di dalamnya" Rama menatap mata putri secata intens saat mengatakannya. Dia bahkan sampai berjongkok saat ini untuk menyesuaikan tinggi mereka, sambil meletakkan kedua tangannya di sandaran tangan sofa yang sedang di duduki oleh putri tersebut. Putri membeku, karna melihat wajah tampan miliknya itu dari jarak yang dekat seperti ini. Tapi ada yang terasa aneh untuk putri saat ini, jantu

