Saat ini Kenna tengah berjalan di suatu jalanan yang sepi. Ia sengaja memilih rute jalan yang tidak mungkin dilewati oleh Adrian maupun Kinar. Entah sudah seberapa jauh ia melangkahkan kakinya meninggalkan rumah sang mertua. Perutnya terasa sedikit kram, akhirnya ia memilih berjongkok di pinggir jalan untuk mengistirahatkan diri sejenak. Selang beberapa menit, tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depannya. Kenna mendongak lalu mengernyitkan dahinya bingung. Ia sama sekali tidak mengenal mobil siapa ini. Tak lama pintu mobil terbuka, seorang wanita paruh baya seumuran ibu mertuanya tutun dari mobil. Wajah wanita itu begitu cemas ketika tahu bahwa perempuan yang sedang berjongkok di pinggir jalan adalah Kenna. "Karenina.." panggil wanita itu. "Tante Miranda?" "Kamu kenapa disini sayang

