Part 25

942 Kata

Dua bulan kemudian. Pagi ini Kenna terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam menunjukan pukul delapan pagi. Ia terkesiap, pasti suaminya sudah berangkat ke kantor. Entah mengapa akhir-akhir ini Kenna sering bangun siang dan ia juga merasa mudah lelah. Saat ia akan bangkit dari posisi tidurnya, tiba-tiba ia meringis karena kepalanya terasa pening ditambah perutnya sedikit mual. Sedetik kemudian ia tersenyum dan langsung meraih kalender yang berada di atas nakas. Senyumnya semakin berkembang mengingat ia telah telat datang bulan selama tiga minggu dan juga olahraga malanya bersama Adrian yang hampir mereka lakukan setiap malam. "Semoga ini kabar baik," gumamnya. Kenna sudah bersiap akan mengunjungi kantor Adrian. Ia akan meminta Adrian untuk menemaninya ke rumah sakit untuk  memastikan apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN