Part 9

755 Kata
Semakin hari hubungan Kenna dan Adrian semakin dekat bahkan sangat mesra. Adrian sendiri juga tidak sungkan memanggil Kenna dengan sebutan ‘sayang’ dan hal itu selalu membuat Kenna tersipu malu sekaligus bahagia. "Sayang, kamu udah siap?" tanya Adrian yang sedari tadi menunggu sang istri berdandan. "Iya udah kok". "Yaudah yuk langsung berangkat". Hari ini mereka akan pergi ke bandara untuk menjemput Kinar--adiknya Adrian yang baru menyelesaikan sekolah menengah atas di Korea. "Kamu kok gak pernah ngasih tahu aku kalo kamu itu punya adik?" Tanya Kenna memecah keheningan dalam mobil. Ya, seperti biasa kalo mereka di dalam mobil pasti sangat jarang bicara karena Adrian yang fokus menyetir. "Kan kamu gak pernah nanya sayang." Jawab Adrian dengan polos namun membuat Kenna sebal. "Huh! Dasar nyebelin!" Ucap Kenna sebal tapi membuat Adrian gemas lalu mengacak-acak rambut Kenna. Di Bandara. Adrian mencari-cari sosok adiknya tapi belum ada tanda bahwa adiknya sampai. Tiba-tiba ada yang memanggil namanya dan itu adiknya—Kinar. "Kak Adrian!!!" panggil adiknya. Adrian langsung menoleh ke sumber suara. Kinar langsung berlari menghampiri Adrian dan memeluknya. "Adik gue udah gede ya." Kata Adrian sambil memeluk Kinar. "Iya dong masa mau kecil terus." Protes Kinar sebal.   "Ini siapa kak?" Tanya Kinar saat ia menyadari bahwa kakak kesayangannya itu tidak datang sendirian. "Oh iya lupa. Ini Karenina, istri gue.” "Jadi lo udah nikah kak?" Adrian hanya mengangguk. Kinar menatap Kenna dengan wajah tak percaya. "Kenapa gak ngasih tahu sih pas nikah? Kesel gue!" "Mama gak mau ganggu sekolah lo disana, makanya gak ngasih tahu lo. Btw, istri gue cantik kan?" "Cakep banget kak, gue heran mau-maunya dia sama lo hahaha" "Adik kurang ajar!" Adrian menoyor kepala Kinar. "Ehm.. hai kak, kenalin aku Kinar adik ipar kakak. Nama kakak, Kare—". Sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman. "Panggil aja Kenna".  Kenna membalas uluran tangan Kinar. "Ah iya, kak Kenna. Cantik banget sih kak, kenapa mau sama kakak aku?" "Mungkin udah harusnya Kin hahaha". Adrian kesal karena Kinar terus mengejeknya seakan berbicara "Kak Kenna itu gak pantes buat lo!" "Yaudah sih, ayok pulang. Mama udah nungguin". Ajak Adrian yang berjalan duluan karena kesal dengan Kinar dan Kenna yang asik berdua. Di dalam mobil pun Kenna dan Kinar asik menceritakan kisah mereka berdua. Sesekali Kinar menceritakan bagaimana Adrian sebelum menikah. "Kalian berdua berisik banget sih, kamu lagi sama Kinar aja bawel banget.” Protes Adrian karena merasa dirinya diabaikan. "Masalah gitu buat kamu? Aku diem salah, aku bawel salah.” Yaaaa dan Adrian tidak bisa menjawab lagi. Karena tahu bahwa "perempuan selalu benar". Sesampainya di rumah mereka langsung disambut oleh Aira. "Hallo anak-anak Mama sudah pada datang. Mama kangen banget sama kalian loh. Ini lagi Adrian sama Kenna jarang banget nengokin Mama disini,” keluh Aira. "Aduh iya Ma, maafin kita ya. Soalnya Adrian sibuk terus di kantor dan Kenna juga alhamdulillah selalu dapat banyak pelanggan di toko jadi sibuk gitu hehe," Ujar Kenna tak enak kepada ibu mertuanya. "Ah yaudah gapapa, lagian kan sekarang udah kumpul semua. Kinar maaf Mama gak bisa ikut jemput ke Bandara. Soalnya Mama harus nyiapin masakan dong buat kalian." "Ih Mama berlebihan, lagian kan Kinar udah gede gak di jemput juga gak apa-apa sebenarnya.” “Halah, paling entar elo mah keluyuran dulu,” cibir Adrian yang dihadiahi dengan pelototan oleh adikya itu. "Yaudah, yuk makan dulu Papa udah nunggu tuh.” Ajak Aira. Mereka semua mengangguk lalu langsung menuju ruang makan. "Papa!!!" Pekik Kinar yang terlihat sangat merindukan sosok ayahnya itu. Ayahnya pun juga terlihat sangat merindukan anak bungsunya itu, lalu mereka berpelukan hangat. Kenna yang melihat itu sangat iri. Bagaimana tidak, Kenna jarang sekali seperti itu bersama ayahnya. Mata Kenna berkaca-kaca, ia sangat ingin seperti Kinar dan ayah mertuanya itu. "Udah dong kangen-kangenannya nanti lagi. Adrian udah lapar nih.” Ucap Adrian yang sudah sangat tidak sabar ingin melahap makanan di hadapannya ini. Lalu mereka pun makan dalam hening, hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar. "Adrian gimana? Kenna udah ada tanda-tanda hamil belum?" Tanya Aira. Kenna yang mendengar itu langsung tersedak lalu Adrian dengan sigap langsung menyodorkan segelas air kepada istrinya itu. "Belum deh Ma, hehe. Soalnya Adrian sama Kenna masih pengen pacaran. Kita kan dulu gak sempet pacaran jadinya kita pacaran setelah menikah aja deh.”  Jawab Adrian beralibi. "Jangan lama-lama ya, Mama udah gak sabar pengen gendong cucu.” "Iya Ma.” Jawab Adrian. Kenna hanya diam saja. Karena dia sungguh terkejut dengan pertanyaan itu. Bagaimana tidak, ia dan Adrian bahkan belum pernah melakukannya . Kenna masih takut jika melakukan itu dengan Adrian, maka ia takut bayang-bayang malam itu kembali terlintas. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN