Selesai berpakaian, Adrian langsung turun ke bawah dan berpamitan. Kenna heran melihat suaminya yang buru-buru pergi. "Sayang, aku pergi dulu ya,” pamit Adrian. "Loh, mau kemana? Kan belum sarapan?" Tanya Kenna heran. "Aku ada meeting dadakan, gak apa-apa aku sarapan di sana aja,” jawab Adrian dengan tenang walaupun ia sedang berbohong. "Ya udah, kamu hati-hati ya,” "Iya sayang,” Sebelum pergi Adrian menyempatkan mencium kening Kenna. "Kok aku ngerasa ada yang aneh ya? Apa Adrian bohong?" Gumam Kenna dalam hati. Kemudian ia menepis jauh-jauh pikirannya itu, ia percaya kepada Adrian. Ia yakin suaminya takkan merusak kepercayaannya. Di kamarnya Kinar bingung dengan siapa Adrian bicara, tidak mungkin dengan teman kerjanya. Kinar pun terus berpikir bagaimana caranya. "Apa jangan-janga

