Kenna dan Kinar sudah berada dalam perjalanan pulang. Kenna hanya diam saja, tatapannya kosong mengarah ke luar jendela. Saat ia mengalihkan pandangannya ia melihat sebuah mobil dengan plat nomor yang tidak asing, siapa lagi kalo itu buka mobilnya Adrian. "Kin, itu mobilnya Adrian kan?" Tanya Kenna pada Kinar. "Iya kak bener, itu mobilnya kak Adrian. Gimana kalo kita ikutin?" usul Kinar. "Gak usah Kin. Jangan. Dia juga butuh privasi,” "Kak...." "Aku gak apa-apa. Mending sekarang kita pulang aja, aku udah gak mood kemana-mana," ujar Kenna dengan malas. "Yaudah kak, kalo gitu kita pulang,” Kinar langsung melajukan mobilnya ke arah jalan pulang. Sesampainya di rumah Kenna langsung menuju ke kamarnya tanpa bilang dulu pada Kinar. Kenna yang sudah berada di kamarnya teringat sesuatu y

