Fanette POV Aku menutup pintu ruang baca, setelah memasukkan Kenan ke dalam. Sengaja, agar tak ada yang datang menginterupsi. Aku memang sudah mendengar semua yang terjadi di masa lalu mereka, dari Glafira. Hanya saja aku tidak mengira bila hal itu bisa mengguncang Kenan. Aku hanya tidak mengerti. Bila dulunya dia bisa melakukan semua itu tanpa ragu, lalu kenapa sekarang dia malah menunjukkan rasa bersalah dan takut? “Apa kamu sudah tenang?” tanyaku. Kenan mengangkat kepalanya, raut wajahnya masih begitu kacau. Kedua tangannya masih sedikit gemetaran, meremas kuat pakaiannya sendiri. “Dia bukan Hail, kan?” Ia lalu bertanya padaku. Dengan suara pecah, mencari pegangan. Aku mendekatinya, membelai wajahnya penuh perhatian. “Dia Hail, adikmu. Terima kenyataan, Kenan. Lari tak akan menye

