Fanette POV “Kenapa dengan wajahmu?” tanyaku pada Warren. Heran, melihatnya pulang dengan wajah yang kacau, pakaian kotor dan luka di mana-mana. “Tanyakan pada temanmu!” balas Warren. Sikapnya begitu kurang ajar, langsung melewatiku setelah berkata seperti itu. Kalau sikapnya begitu padaku, aku juga tak mau peduli padanya. Aku tak merasa punya teman yang akan bertindak kekerasan seperti itu. Warren hanya asal menyalahkan. Dia tidak senang aku pulang, terutama saat aku membawa keributan dan sejumlah orang asing bersama denganku. Hail salah satunya. Orang yang tinggal sementara di sini, demi memenuhi tugas dan perjanjiannya dengan ayahku. Baru saja kupikirkan, mereka sudah berpapasan. Tepat di atas tangga, saling berhadapan dengan kecanggungan. “Kenapa kau masih ada di sini?” Tak l

