Warren POV Aku berlari ke ruang kerja ayahku dengan panik. Setelah tak menemukan Misora, aku pergi mengecek kamar Fanette. Dan kakakku itu juga tak ada di sana. Jadi kupikir, mereka melarikan diri bersama. Brak! Kubuka pintu ruang kerjanya kasar, setengah membanting. “Ayah, Misora menghilang. Dia tak ada di kamar saat aku bangun. Apa Misora kabur? Dia meninggalkanku, kan?” Langsung berteriak mempertanyakan dugaanku. “Diam, Warren! Kamu sudah dewasa, jangan merengek tiap kali ada masalah seperti ini.” Ayah marah padaku, dia tidak mendengarkan. Beliau pastilah berpikir kalau aku sedang melebih-lebihkan. “Fanette juga tak ada. Mereka pasti kabur dari rumah!” Aku kembali berteriak, memaksa agar Ayah memberi perhatiannya padaku. “Mereka tidak kabur,” balas ayahku, kesal. “Lalu ke mana me

