Fanette POV Aku segera menyingkirkan tangan Kenan, berjalan cepat ke pintu. Berniat untuk menjadikan pertemuan ini sebagai pertemuan terakhir kami. Akan tetapi, ia masih saja gigih. “Tunggu, Fanette! Ayo bicarakan lagi!” Tangannya masih berusaha menahan tanganku. “Tak ada yang perlu dibicarakan lagi.” Kuhentakkan tangannya, segera pergi tanpa ragu. Sama sekali tak ada niat menoleh ketika melihat ia mencoba turun dari tempat tidur. Kubiarkan penjaganya yang mengurus tuan menyusahkan itu. Kembali pada tujuan asalku, mencari Almeta untuk bernegosiasi. Tak akan kubiarkan perasaan tak berdasar itu memengaruhiku. Percaya kata cinta itu tak mudah. Namun, yang paling sulit adalah membiarkan hatiku dimiliki oleh orang lain. Selanjutnya, aku pergi ke kediaman Amber. Mempersiapkan diri untuk

