Fanette POV Aku keluar ke balkon, menunduk ke bawah melihat Noir pergi dalam keadaan marah. Di sampingku ada Misora. Ia melihat arah yang sama. Menghela napas saat laki-laki itu terlihat tak akan kembali lagi ke sini. Setelah itu, Misora menarik tanganku masuk ke dalam. “Jangan dekat-dekat balkon lagi. Kita tak tahu siapa yang akan datang lagi nanti,” kata Misora. Aku tersenyum. Merasa lega karena Misora tak mengungkit segala tuduhan Noir. Jika ia sampai mengungkitnya, aku terpaksa harus menambah lebih banyak lagi kebohongan. Hanya itu yang tidak ingin kulakukan jika tidak terpaksa. “Noir memang keterlaluan. Dari tadi dia mengikutiku dan bicara hal-hal buruk terus. Harusnya aku tidak pernah berpikir bisa memercayainya,” Misora mulai mengeluh. “Tapi gimana kalau dia melapor kepada Kena

