18

2200 Kata

Radika tampak berjalan mondar-mandir di dalam kamar dengan kegelisahan yang mulai menggerogoti kejernihannya dalam berpikir. Di telinga kanan Radika, tertempel handphone miliknya yang terus difungsikan untuk menghubungi seseorang, ya Sasmita, sang istri. Kekhawatiran Radika kian memuncak dikala tak satu pun panggilan darinya diangkat oleh perempuan itu. "Sasmi, kenapa tidak menjawab teleponku?" gumam Radika pelan.  Ketika penunjukkan waktu di arlojinya tepat berhenti di angka delapan, Radika tak menahan dirinya untuk bertindak. Dia segera berjalan menuju meja kayu yang terletak di salah satu sudut kamar, lalu mengambil kunci mobil yang tadi dia letakkan di sana. Dengan masih mengenakan pakaian kantor. Radika lantas bergegas dan buru-buru melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar, bermaksu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN