17

3142 Kata

Sasmita sedikit tak percaya saat Wira mengajaknya untuk bertemu kembali siang ini, setelah perbincangan mereka yang cukup alot kemarin. Sesuai dengan kiriman pesan Wira jam delapan tadi, pria itu ingin menyampaikan beberapa hal penting terkait perusahaan milik ayahnya. Sasmita pun mengiyakan permintaan Wira karena timbul semacam rasa penasaran dalam dirinya. Apalagi, hal-hal yang dimaksudkan Wira memang menyangkut perusahaan satu-satunya peninggalan sang ayah. Jadi, Sasmita tidak bisa mengabaikan begitu saja. Tepat pukul satu siang, perempuan itu sudah sampai di kafe yang sama seperti kemarin dengan menumpang taksi dari kantor perusahaan. Seusai memperoleh persetujuan dari Wira sebelumnya, mereka berdua akan menjadikan kafe ini sebagai tempat pertemuan. Baru saja Sasmita hendak menggerak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN