Seperti biasa, tak ada sambutan istimewa yang diperoleh Wira ketika menyambangi ruangan kerja sang sahabat pagi ini. Dari sudut matanya, Wira dapat melihat Radika yang sibuk memeriksa setumpukan dokumen proyek di meja kerja. Sesekali tatapan sahabatnya itu tersita ke arah layar laptop. Walaupun, Radika terkenal dengan sifat cuek dan tanpa basa-basi. Wira bisa merasakan jika aura yang dipancarkan Radika lebih dingin dan tampak tak bersahabat. Hal tersebut terbukti dengan sikap tak acuh yang Radika tunjukkan tatkala dirinya memasuki ruangan tadi. Pasalnya, tanpa mengeluarkan satu patah kata pun sebagai bentuk penyambutan atas kedatangan Wira, paling tidak Radika akan memperlihatkan mikro ekspresi seperti melirik sejenak ke arah atasan itu. Namun, pagi ini. Radika tampak enggan menerima keh

